Omega 3 Penangkal Jantung Koroner? Mitos atau Fakta

Omega 3 Penangkal Jantung Koroner? Mitos atau Fakta

Dalam beberapa tahun kebelakang penyakit jantung koroner mulai akrab di kehidupan masyarakat khususnya masyarakat Indonesia. Sejak tahun 1992 penyakit jantung Koroner telah menjadi penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia dengan penderita mayoritas ialah populasi umur produktif. Hasil survei Departemen Kesehatan menyebutkan bahwa penderita penyakit jantung telah mencapai 160 orang per 100.000 orang atau bisa dikatakan tingkat terkena penyakit jantung koroner mencapai 20% dari suatu populasi masyarakat.

 
SEBETULNYA APASIH PENYAKIT JANTUNG KORONER ITU?

Penyakit jantung koroner adalah penyakit yang terjadi karena penyumbatan sebagian atau total dari satu atau lebih pembuluh darah koroner. Akibat adanya penyumbatan ini, maka dengan sendirinya suplai energi kimiawi ke otot jantung berkurang, sehingga terjadilah gangguan keseimbangan antara suplai dan kebutuhan. Ada beberapa faktor yang sangat berperan terhadap peningkatan kemungkinan seseorang dapat terkena penyakit jantung koroner ialah gaya hidup, aktivitas fisik (olahraga) dan juga pola makan. Alangkah lebih baik nya kita mengenal penjabaran dari faktor – faktor yang dapat meningkatkan resiko jantung koroner sebagai berikut:

1.GAYA HIDUP

Gaya hidup adalah hasil akumulasi dari aktivitas yang dilakukan oleh setiap manusia dalam rentang waktu yang lama. Gaya hidup seseorang biasanya tidak permanen dan dapat berubah dengan cepat atau lambat. Gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok, kurang gerak badan dan mengonsumsi alcohol dapat meningkatkan resiko terken penyakit jantung koroner

2.AKTIVITAS FISIK (OLAHRAGA)

Aktivitas fisik atau olahraga merupakan suatu kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas fisik maupun psikis seseorang yang berguna untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan. Jenis olahraga yang dianjurkan untuk mengurangi kemungkinan terkena penyakit jantung koroner ialah olahrag aerobic seperti jalan pagi, jalan cepat, senam dan lain – lain.

3.POLA MAKAN

Pola Makan adalah suatu perilaku yang berhubungan dengan makan dan makanan seperti tata karma, frekuensi makan, makanan yang dikonsumsi, pantangan makanan, preferensi terhadap makanan dan cara pemilihan bahan pangan. Pola makan yang dapat memperbesar kemungkinan menderita penyakit jantung koroner yaitu mengonsumsi makanan yang memiliki jumlah kalori berlebih, tinggi lemak, garam dan gula.Penyakit jantung koroner ini sangat erat kaitannya dengan kolestrol dalam tubuh atau yang biasa dikenal dengan lemak (lipid) dalam tubuh. Berdasarkan kejenuhannya asam lemak dapat diklarifikasikan menjadi dua kelompok yaitu asam lemak jenuh dan tak jenuh atau bahasa umum nya lemak jahat dan lemak baik. Untuk mengurangi resiko terkena penyakit jantung koroner haruslah mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan lemak tak jenuh seperti sayur, buah, daging putih dan juga ikan. Dari keempat komposisi makanan tersebut ikan memiliki nilai lebih karena memiliki kandung omega – 3 yang tinggi dan mengandung lemak tak jenuh sebesar 75 %.

FUNGSI OMEGA-3?

Menurut sebuah penelitian mengkonsumsi asam lemak omega-3 dalam jumlah yang cukup mampu mengurangi kandungan kolesterol dalam darah dan mengurangi resiko terkena penyakit jantung, resiko penyumbatan pembuluh darah_ serta secara selektif dapat membunuh sel-sel kanker dan menyembuhkan rematik. Efek klinis dari asam lemak omega-3 dalam menurunkan kadar kolesterol darah disebabkan pengaruhnya terhadap mekanisme produksi lipoprotein transport dalam hati yang disekresikan kedalam darah. Asam lemak tidak jenuh khususnya omega-3 dapat mengurangi pengendapan kolesterol dengan menghambat sintesa VLDL (_Very Low Density Lipoprotein) dan sebagai akibatnya produksi LDL (Low Density Lipoprotein) pun berkurang. Bahkan AMERICAN HEART ASSOCIATION merekomendasikan suplemen omega 3 bagi orang yang tidak suka ikan atau tidak dapat mengkonsumsi ikan. Jadi tunggu apalagi perbaiki gaya hidup, sempatkan berolahraga dan jangan lupa makan – makanan yang mengandung lemak tak jenuh yang tinggi untuk mengurangi resiko terkena penyakit jantung koroner!Sumber:Ackman, RG. 1982. Fatty acid composition of fish oil. _Dalam _Nutritional Evaluation of Long Chain Fatty Acid In Fish Oil . Barlow S.M. and M.E. Stansby (Ed). Acad. Press Ltd. London.Sukarsa, Dadi. 2004. Studi Aktivitas Asam Lemak Omega – 3 Ikan Laut Pada Mencit Sebagai Model Hewan Percobaan. Buletin Teknologi Hasil Perikanan. Volume VII No I. Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: